Thursday, 21-05-2026
  • Selamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy Banyuanyar
  • Selamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy BanyuanyarSelamat datang di Website resmi STIDKI Al-hamidy Banyuanyar

Era Digital Bukan Ancaman: Rektor IAIN Madura Ajak Mahasiswa KPI Jadi Pionir Dakwah Modern

Diterbitkan : - Kategori : event

Banyuanyar — Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Al-Hamidy Banyuanyar menggelar kuliah umum bertema “Peluang dan Tantangan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di Era Digital” bersama Dr. H. Muhammad Qosim, M.Ag, Rektor IAIN Madura, pada Senin (07/12/2020) bertempat di Aula Utama STIDKI Al-Hamidy.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Qosim menyampaikan bahwa era digital bukanlah ancaman bagi mahasiswa KPI, melainkan peluang besar untuk mengembangkan kreativitas dan menyebarkan nilai-nilai Islam secara lebih luas. Menurutnya, mahasiswa KPI harus berani mengambil peran sebagai pionir dakwah modern melalui berbagai platform digital.

“Teknologi bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru di tangan generasi muda yang cerdas dan berakhlak, media digital bisa menjadi sarana dakwah yang efektif dan menginspirasi,” ujar Dr. Qosim di hadapan para peserta.

Kegiatan yang dihadiri oleh dosen serta mahasiswa STIDKI Al-Hamidy tersebut berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif berdiskusi mengenai strategi dakwah di media sosial, etika penyiaran Islam di dunia digital, serta tantangan menjaga nilai-nilai Islam di tengah arus informasi yang cepat.

Ketua STIDKI Al-Hamidy dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Dr. Qosim dan berharap kuliah umum ini dapat membuka wawasan mahasiswa untuk terus berinovasi di bidang komunikasi Islam.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPI diharapkan mampu menjadi generasi dakwah yang kreatif, berwawasan luas, dan siap menghadapi perubahan zaman dengan semangat positif dan profesionalisme tinggi.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan